Dua survei tentang satu hal yang sama — kepuasan kinerja presiden — rilis dua minggu berselang. Satu bilang 44,5% puas, satu bilang 80,7%. Selisihnya 36 poin. Ada yang salah, atau ada yang kita salah baca? Ini catatan pembacaannya, dari data tiap lembaga.
Penjelasan pertama yang biasa dipakai — dan yang pertama gugur.
SMRC menulis surveinya bermargin ±2,9%: angka 44,5% itu sebenarnya 41,6–47,4%. LKPI bermargin ±3,1%: angka 80,7% itu 77,6–83,8%. Seperti timbangan yang bisa meleset tiga kilo. Tapi selisih keduanya 36 poin — timbangan yang meleset tiga kilo tak bisa menjelaskan jarak 36 kilo, dari sisi mana pun.
Artinya: pasti ada faktor lain. Waktu survei beda (September vs Oktober), redaksi pertanyaan belum tentu sama, cara wawancara beda. Margin of error hanya menjelaskan goyangan kecil — bukan jurang.
Pertanyaan yang wajib ditanya sebelum percaya angka: siapa yang mengukur, dan sejak kapan mengukur?
LKPI adalah Lembaga Kajian Pemilu Indonesia. Survei kepuasan presiden September 2026 — 1.246 responden, 36 provinsi, multistage random sampling, 64% wawancara tatap muka — tampaknya adalah titik pertama mereka untuk indikator ini. Tidak ditemukan data LKPI 2025 atau 2024 untuk kepuasan presiden; survei mereka sebelumnya (Juni 2023) mengukur preferensi pilpres, bukan kepuasan kinerja.
Di atas kertas metodenya justru kokoh: tatap muka dominan, angka respons dipublikasi terbuka (58,3% tatap muka; 33,1% telepon). Tapi satu titik tanpa tren itu seperti foto: menunjukkan posisi, tidak menunjukkan arah.
September 2026 saja, empat lembaga, sebaran 20 poin.
| Lembaga | Periode survei | Puas | n | Metode |
|---|---|---|---|---|
| LKPI | 8–20 Sep 2026 | 80,7% | 1.246 | Acak berlapis, 64% tatap muka |
| INES | Sep 2026 | 79,3% | – | Tidak dipublikasikan rinci |
| Adidaya | 15–21 Sep 2026 | 60,3% | 1.240 | Tatap muka |
| PPI | 26 Sep–6 Okt 2026 | 65,2% | 1.200 | Tatap muka, acak berlapis, MoE ±2,83% |
| IPO | Akhir Jul–awal Agu 2026 | 63% | – | – |
| SMRC | 1–10 Okt 2026 | 44,5% | 1.213 | 1.013 telepon + 200 tatap muka, MoE ±2,9% |
Baris disorot = dua angka yang paling sering dikutip berhadap-hadapan. PPI paling segar (rilis 18 Okt 2026): 65,2% puas, 28,1% tidak puas terhadap presiden. Sumber tiap baris di daftar sumber bawah.
Empat titik dari satu lembaga lebih sulit dibantah daripada satu titik dari empat lembaga.
Sumber: SMRC, “Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo”, rilis 16 Okt 2026. Untuk pertama kalinya mayoritas warga (53,4%) menyatakan kurang/tidak puas. SMRC mengaitkan penurunan dengan memburuknya penilaian ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Data antar-lembaga terlalu renggang untuk satu kesimpulan bersih. Tapi dua hal ini lolos semua survei.
Empat gelombang, satu lembaga, cara yang sama, turun terus selama setahun. Tidak ada lembaga lain yang punya rangkaian pembanding — jadi tidak ada yang bisa membantahnya langsung, tapi juga belum ada yang mengonfirmasi.
Sumber: saifulmujani.com, 16 Okt 2026.
Bahkan di survei yang angka umumnya tinggi: LKPI mencatat 41,5% tidak puas soal ekonomi dan 40,8% soal harga bahan pokok; INES 45,1% tidak puas ekonomi; PPI 32,5% tidak puas kinerja pemerintah umum. Semua survei sepakat: urusan ekonomi jauh lebih rendah dari angka kepuasan umum.
Sumber: telegraf.co.id; topik9.com; logisnews.id.
Tiga tingkat kepastian.
Transparansi: tiap angka di halaman ini merujuk ke publikasi yang bisa dibuka.
Terinspirasi oleh rubrik Jurnalisme Data Kompas, 12 Okt 2026 — kami pinjam pendekatannya, datanya kerjaan kami sendiri.